I made this widget at MyFlashFetish.com.

Friday, January 2, 2009

misteri terbelahnya bulan



Allah SWT berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah

terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)"

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr.

Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan

kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan

mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya

sebagai berikut :

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa

waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat,

dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga

yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar

mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya,

"Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari

qiamat dan bulan pun telah terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah ?

Maka saya menjawabnya: "Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan

oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu

pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. . Dan tentang

terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul

terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas

kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan

mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap

orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Alla

dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para

muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu

memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah

shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha

berkuasa atas segala sesuatu".

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW

membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah

Al-Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad,

kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu

kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan

mengolok-olok) ?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka

menjawab: "Coba belahlah bulan ..." Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan

terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT

memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah

pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan

sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar,

"Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!".

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja

"menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir

orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu

orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun

bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang

dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari

perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah

kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, "Ya,

benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua

dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!! !".

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir

(ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah

dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat

tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya

berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus" , dan mereka

mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan

benar-benar telah tetap ....." sampai akhir surat Al-Qamar.

"Ini adalah kisah nyata", demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan

setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut,

berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya

berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai

tuan, bolehkah aku menambahkan? " Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:

"Dipersilahkan dengan senang hati."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum

menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah

terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih

kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku

membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama

aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari

qiamat dan bulan pun telah terbelah.... ...." Maka aku pun

bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa

terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang

bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca

ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan

sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat

keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran..

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada

sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar

ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang

dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. Dan

diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya

astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke

bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta

dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata,

"Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya

untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!!

Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan

tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri,

maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita

berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka

kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu

pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal

taruhannya?" Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan

di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!" Presenter pun

bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab,

"Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di

permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para

pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak

mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu

bersatu kembali".

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka

aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar

telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun

yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk

mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk

menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!"".

Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... (aku pun bergumam), "Maka,

aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan

... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam..

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

No comments:

Post a Comment