I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sunday, November 22, 2009

Tradisi Ciuman Massal di Bali


Ratusan pemuda dan pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti ritual omed-omedan alias ciuman massal di Jalan Sesetan pada pukul 15.00 Wita.

Tercatat sebanyak 243 remaja telah mendaftar untuk mengikuti omed-omedan. Usia para peserta di batasi, minimal sudah SMP dan belum lulus dari perguruan tinggi serta belum menikah. Para peserta pun diwajibkan memakai pakaian adat madya dan merupakan warga setempat.

"Ini (tradisi omed-omedan) merupakan ajang silaturrahmi. Zaman dulu para petani kan banyak menghabiskan waktu di sawah dan jarang bertemu tetangga. Nah, sekarang pun sama kondisinya," ungkap Kabag Humas Pemkot Denpasar Erwin Suryadharma di Denpasar Bali.

Pertimbangan lainnya, saat tradisi ini tidak dilaksanakan warga Banjar Kaja, maka warga setempat sering tertimpa musibah. Sehingga akhirnya warga pun terus melestarikan tradisi omed-omedan. "Banyak acara yang mempertontonkan acara cium-ciuman di depan umum, tapi ini murni untuk melestarikan budaya," ujarnya.

Tokoh masyarakat setempat, Wayan Orten (85), mengatakan tradisi omed-omedan sudah ada sejak neneknya masih hidup. Apabila dihitung rentang waktunya, tradisi itu sudah ada sejak zaman Belanda.

Karena adanya acara omed-omedan, Jalan Raya Sesetan untuk sementara ditutup. Selain itu, Pemkot Denpasar juga menggelar Festival Budaya Gajah Mada di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, sejak tadi pagi.


pijah: patutlah indon selalu ditimpa bencana alam. sejarah juga membuktikan negara2/benua2/tamadun yang hilang seperti atlantis, kaum nabi luth sume tu...ditimpakan bencana kerana kekufuran yang mereka sendiri lakukan.


di atlantis (menurut pembacaan aku)..seks adalah rambang..mereka semua tiada percaya pada ikatan suami isteri. manusia juga bebas melakukan seks dengan haiwan sehingga ada makhluk yang badan kuda kepala manusia. malah mereka suka bereksperimen untuk menghasilkan persilangan genetik.

No comments:

Post a Comment